Fenomenologi Agama
Ajaran Agama Sikh
Agama
Sikh lebih dikenal dengan nama “Khalsa” yang berarti “yang murni” dan muncul
pada tahun 1699 M. Agama Sikh lahir dan mulai berkembang bersamaan dengan waktu
kelahiran agama Protestan di Eropa, yaitu akhir abada ke 19. Kalau protestan
lahir sebagai reaksi terhadap eksistensi dan kekuasaan gereja Katolik Roma,
maka Sikh lahir sebagai reaksi terhadap agama Hindu.
Agama
Sikh didirikan dan dikembangkan oleh Guru Nanak Dev yang lahir pada 15 April
1469 M di Talwandi, sekarang dikenal dengan nama Nanakana Shahib, di distrik
Seikh Pura, Punjab, yang kini masuk dalam wilayah Pakistan. Dia menentang keras
terhadap sistem kasta dan memuja banyak dewa dalam Hinduisme. Sikh berarti
murid atau pengikut. Ada juga yang
mengartikan Sikh sebagai suatu sekte keagamaan yang berasal dari penyelewengan
terhadap “Brahmanis-Hinduisme”. Agama Sikh juga dikatakan sebagai agama
“Sinkretis” karena ide-ide ajaran Guru Nanak cukup dipengaruhi oleh agama Islam
dan Hindu kemudian berusaha menjadikannya suatu agama baru. Orang tua Guru
Nanak sendiri beragama Hindu, dan dia juga banyak berinteraksi dengan
masyarakat Muslim[1].
Keyakinan
pokok Sikhisme antara lain: Tuhan itu satu, orang dari berbagai ras; agama, atau jenis kelamin semua sama di mata Tuhan; Sikhisme mengajarkan kesetaraan penuh laki-laki dan
perempuan, harus
memiliki rasa peri kemanusiaan yang luas dan mendalam, berbuat kebajikan, mengingat Tuhan setiap saat, semua orang memiliki hak untuk mengikuti jalan mereka
sendiri untuk Tuhan tanpa kecaman atau paksaan dari orang lain,
menolak perbedaan kasta, tidak boleh berjanji dengan menggunakan bentuk
adat-istiadat agama, tidak boleh menyangkal kenyataan di dunia ini, tidak boleh
mempercayai bahwa dengan perantara pemimpin rohani akan membawa keselamatan.
Ajaran ini disebut dengan Dasa sila Guru Nanak[2]. Guru
Nanak juga mengajarkan Tiga Prinsip
Sikhisme,
yaitu[3]:
Kirat Karo - Bekerja keras dan jujur
Wand Ke Chhako - Berbagi apa yang Anda miliki dengan orang miskin
Naam Jappo - Selalu ingat Allah sepanjang hari.
Wand Ke Chhako - Berbagi apa yang Anda miliki dengan orang miskin
Naam Jappo - Selalu ingat Allah sepanjang hari.
Selain itu agama sikh
juga mengajarkan bahwa rambut merupakan lambang kesucian yang dianugerahkan
Tuhan kepada umat manusia. Tidak memotong rambut berarti menerima dan
mensyukuri apa yang telah dianugerahkan oleh Tuhan. Pria Sikh dapat dikenali dengan
mudah dari turban yang menutup rambut panjang mereka. Sepanjang apapun rambut
itu tidak boleh dipotong, baik berupa jenggot, kumis, alis, dan lain sebagainya.
Bagi kaum laki-laki Sikh, diharamkan merokok dan terlalu banyak memakai turban.
Umat Sikh juga pantang memakan daging sapi, mereka hanya memakan sayur dan
buah-buahan. Dalam agama Sikh tidak diperbolehkan untuk bercerai dan poligami.
Agama Sikh juga mengajarkan kepada pengikutnya untuk menjauhi lima hal: Krad
(murka), lob (Serakah), kam (nafsu), moh (bodoh), ahawar (ego berlebihan).[4]
Adapun ibadah agama
Sikh yang paling pokok adalah meditasi dalam rangka mengingat Tuhan untuk
mensucikan rohani dari pengaruh-pengaruh yang Tujuan utamanya juga untuk
mengingat Tuhan. Menurut mereka, kewajiban tertinggi adalah menyebut Tuhan yang
Maha Esa secara terus menerus. Tempat ibadah mereka bernama gurdwara. Mereka
menggunakan jalan mistik untuk beribadah kepada Tuhan. Ada tiga jenis perayaan
yang di peringati oleh agama Sikh, umumnya perayaan ini diadopsi dari perayaan
Hindu, antara lain: perayaan tahun baru atau Baisakhi, perayaan cahaya atau
Divali, dan perayaan Hola Mohalla[5].
Pengikut Sikh sejati juga harus mengikuti tiga macam disiplin, yaitu:
1) disiplin
kata atau sabda Tuhan, seorang Sikh harus bangun pagi-pagi sekali kemudian
bermeditasi, membaca hymne dan Adhi Granth (kitab suci agama Sikh).
2) Displin
sakramen, seorang Sikh harus mengikuti upacara pada waktu kelahiran, kematian,
dan perkawinan dalam suatu keluarga. Dalam upacara perkawinan, sebelum upacara
dilangsungkan, mempelai wanita harus dihiasi dengan pacar di bagian tangannya
(mahendi). Setelah selesai barulah kedua mempelai boleh disandingkan dan
menghadap ke guru (penghulu)[6].
3) Disiplin
pengabdian, bahwa seorang sikh harus mengabdi kepada sesama sebagai menifestasi
kecintaannya terhadap Tuhan.[7]
Kitab suci agama Sikh
ada dua yaitu: Adhi Granth dan Dasam
Granth. Kitab Adhi Granth disebut juga guru Granth Shahib. Dan merupakan
kitab yang di susun oleh guru yang kelima Arjann Dev. Adi Granth mempunyai tiga
versi, yaitu kartarvali bir, Bhai Banno Vali Bir dan Dam Dama Vali Bir. Isi
dari Adi Granth dapat di golongkan menjadi tiga macam, yaitu pertama,
nyanyian-nyanyian suci yang disusun oleh guru Sikh. keduan nyanyian yang
berasal dari kaum mistik baik yang beragama Hindu maupun Kaum Sufi. Ketiga,
puji-pujian yang di tunjukan terhadap guru-guru Sikh, di susun oleh penyair
pengembala kaum sikh.
Kitab yang kedua ialah
Dasam Granth, kitab ini juga di sebut dengan dasvin Padshah ka Granth dan
merupakan kumpulan tulisan guru Govind Singh sendiri. Isinya dapat di bagi
menjadi empatbagian, yaitu bagian mitologi, bagian yang bercorak filosofis,
bagian yang berisi otobiografi, dan
bagian yang ada sangkutpautnya dengan masalah hawa nafsu atau erotik[8]
Konsep Ketuhanan dan Eskatologi
Dalam kitab suci Sri Guru Ganth Shahib volume 1, pasal 1, ayat
1, berbunyi “hanya ada Allah Tuhan yang Maha Esa” tuhan juga disebut dengan
Dadru (Sang pencipta), Dia yang terbebas dari rasa takut dan kebencian, Dia yang kekal, Dia yang tidak dilahirkan.
Agama Sikh secara tegas telah menyatakan diri mereka sebaga monotheisme.
Agama Sikh juga
menentang avtarvarda, yakni konsep
titisan Tuhan. Pengikut Sikh meyakini bahwa Tuhan tidak mengambil wujud sebagai
manusia. mereka juga melarang penyembahan terhadap berhala.
Kepercayaan kehidupan
setelah mati agama Sikh hampir sama dengan Islam. Agama Sikh menolak adanya
reinkarnasi. Perbedaannya ialah di dalam ajaran agama Sikh tidak adanya
kepercayaan tentang konsep surga neraka dan hari akhir. Namun mereka masih
mempercayai nirwana atau bersatunya dengan Tuhan seperti yang diajarkan oleh
Hindu Brahman[9].
Perkembangan Agama Sikh
Dalam kepercayaan agama
Sikh, penerus penyebaran ajaran Nanak Dev dikenal dengan sebutan Guru (termasuk
Nanak sendiri). Mereka menduduki tempat kedua setelah Tuhan, atau disebut juga
dengan nabi atau avatara. Dalam agama Sikh terdapat 10 guru, antara lain: Guru
Nanak sebagai pendiri yang kemudian diturunkan kepada Guru Angad, Guru Amar
Das, Guru Ram Das, Guru Arjan Dev, Guru Hargibind, Guru Har Rai, Guru
Harkishan, Guru Tegh Badabur,dan Guru
Govind Singh sebagai guru terakhir. Tugas kesembilan guru tersebut meneruskan
kepemimpinan guru Nanak secara turun temurun[10].
Setiap Guru memiliki
ciri pengajaran masing-masing yang merupakan perkembangan dari agama Sikh
sendiri. Seperti misalnya pada guru kesepuluh, Guru Govind Singh yang menetapkan
adanya upacara yang Khanda-di-Pahul (pembaptisan dengan mata pedang) untuk
membaptiskan lima orang murid pilihannya disebut Piyaras. Setelah pembaptisan,
mereka disebut dengan Khalsa yang berarti “seorang yang suci dan murni”. Para
murid juga diresmikan memakai nama singh di akhir nama masing-masing. Maksud
pemakaian nama tersebut adalah agar setiap pemimpin Sikh memiliki keberanian seperti
keberanian singa di dalam hutan. Selain menerima pembaptisan dan menyandang
nama Singh, mereka juga harus memakai lima istilah simbol, yang setiap istilah
tersebut dimulai dengan huruf “K”: Kes
(rambut dan jenggot yang tidak dipotong), Kangha
(sisir), Kirpan (pedang), Kach (celana panjang sampai lutut), Kara (sebuah gelang yang terbuat dari
baja).
Kemudian ada Guru Angadh yang mempelopori penyusunan Naskah punjabi,
Gurmukhi dan memasukan kedalamnya syair-syair serta fatwa-fatwa guru Nanak, naskah-naskah
ini merupakan embrio kitab suci agama sikh yang akhirnya
berkembang menjadi Adhi Granth. Ada juga Guru Ram Das yang membangun harmandir
(tempat ibadah agama Sikh) dengan sebutan Golden
Temple di Amritsar.
Setelah
sepuluh guru, kaum Sikh tidak lagi memiliki guru-guru lanjutannya. Kedudukan
guru digantikan oleh kitab suci Adi Granth yang disusun selama jangka waktu
hampir 150 tahun. Sepeninggal Guru Govind Singh, para pengikutnya melanjutkan
tradisi yang telah diwariskannya.
Ada
dua sekte besar yang sangat menonjol di kalangan kaum Sikh, yaitu pathis Nanak
dan Khalsa Sikh. Panthis Nanak meupakan aliran besar yang ingin mempertahankan
ajaran-ajaran guru Nanak, sedang Khalsa merupakan kelompok yang mengutamakan
kepatuhan dan ketundukan kepada guru yang ke sepuluh, yaitu Govind Singh.
Pandangan kelompok ini lebih dinamis dan lebih terbuka dengan kemungkinan
adanya perubahan dan pembaharuan. Selain kedua sekte di atas kaum Sikh terpecah
pula ke dalam lima sekte lain, yaitu Orsi, Hendali, Namdari, dan Akali[11].


dalam makalah anda kan dijelaskan bahwa ajaran agama sikh ini di pngaruhi oleh agama Islam, nah pertanyaan saya bagaimana gambaran ajaran agama sikh yang bercorak islam tersebut? dan bagaimana ritual keagamaan yang biasa dilakukan umat agama sikh ini?
BalasHapusapakah ada kemiripan ritual/ cara beribadah orang yang beragama sikh ini dengan sistem ibadah yang di lkukan oleh orang islam,
BalasHapustrimakasih :)
gambar di blog kamu itu gambar siapa lel?? terus apa sama dengan gambar yang ditunjukan di film india rab ne bana di Jodi dan apakah tempat ibadah nya seperti yang ditunjukkan dalam film itu? dan ritual apa saja yang dilakukan di tempat ibadah itu???
BalasHapushttps://lh3.googleusercontent.com/XhwvN9u8mLgxNZpk_B1J9Slkec5OqtwiEWlUJZQ3Rype=s197-p-no
https://lh3.googleusercontent.com/XhwvN9u8mLgxNZpk_B1J9Slkec5OqtwiEWlUJZQ3Rype=s197-p-no
apa sih perbedaan setiap sekte yang ADA dalam agama tersebut
BalasHapusTanggapan
BalasHapusSetelah membaca makalah saudari Lely tentang Agama Sikh saya dapat menganalisa, selanjutnya saya mengambil kesimpulan bahwa agama Sikh merupakan agama campuran atau gabungan integrasi dari bermacam-macam agama yang sudah ada sebelumnya, baik itu agama samawi maupun agama ardhi, dimana dalam ajaran mengandung polarisasi ajaran-ajaran agama Hindu, Budha. Islam aliran kepercaaan dll. Sikh dalam konsep doktrin agamanya mencomot dan mengadopsi ajaran-ajaran agama yang sudah ada sebelumnya, selanjutnya dikembangkan sendiri oleh pendirinya sesuai dengan pemahaman dan interprestasinya, dalam tataran aplikasi ritual ibadh dan prinsip-prinsip ajaran mengambil secara parsial (sebagian-bagian) dari ajaran agama yang sudah ada Islam, Hindu, Nasrani, Yahudi, aliran kepercayaan, Budha dan lain-lain, selanjutnya di kompilasikan menjadi satu menjadi satu doktrin agama yang utuh yang diberi nama Sikh.
PERTANYAAN
Bagaimana menurut pendapat kelompok Anda mengenai doktrin agama sikh, dimana konsep ajarannya dan aplikasi ritual ibadahnya banyak mengandung, mengadopsi, mencomot ajaran dan unsur-unsur agama yang sudah ada sebelumnya, dalam perspektif firman-firman Tuhan dan sabda-sabda para Nabi pembawa risalah agama, dalam dimensi vertikal dan horizontal, dunia dan akhirat? Tolong Uraikan
TERIMA KASIH
dalam artikel ini dijelaskan bahwa dalam agama Sikh tidak diperbolehkan untuk bercerai dan poligami...lalu bagaimanakah bagi suami istri yang menghadapi persoalan besar yang tidak memungkinkan pasangan tersebut untuk hidup bersama?trimakasih...
BalasHapuskenapa lho.. kok laki-laki penganut agama Sikh tidak boleh merokok mbak.lel???? o.O
BalasHapusbagaimana cara beribadah agama sikh?
BalasHapusdan bagaimana perkembangan agama itu sampai sekarang?
dalam agama sikh untuk lelaki yang taat beragama akan diberi gelar lima K. yang saya tanyakan bagaimana dengan perempuan yang taat beragama? apakah gelar tersebut juga diberikan pada perempuan juga?
BalasHapushadir
BalasHapusDari sepuluh guru dalam agama sikh mana yang paling berpengaruh menurut hirarkinya serta, kedudukan sepuluh guru di banding kitab sucinya? ...... terimakasih
BalasHapusHADIR
BalasHapusapa yang melatarbelaki munculnya agama sikh...SUWON-SUWON
Bagaimana ritual upacara kematian agama Sikh?
BalasHapushave a good presentation sis..
BalasHapusmengapa agama sikh tidak memperbolehkan berjanji dengan menggunakan bentuk adat-istiadat agama.....?
BalasHapus